.quickedit{display:none;}

Selasa, 02 Februari 2016

Desaku Pamotan

Aku dilahirkan disebuah desa kecil Pamotan namanya. dulu dikenal dengan nama Kawedanan Pamotan, Secara geografis Pamotan dinilai strategis karena menjadi penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pamotan berada di dataran rendah dikelilingi beberapa gunung dan menjadi salah satu sumber mata air di Kabupaten Rembang.

Dahulu kala Desa Pamotan merupakan wilayah dari kerajaan Majapahit, yang diberikan mandat menjaga daerah tersebut adalah simbah Pamot karena daerah Pamotan yang strategis, Pamotan menjadi pos dari kerajaan Majapahit dan terbukti bahwa di desa sebelah yaitu di kecamatan Lasem terdapat telapak kaki dari Hayam Wuruk pada sebuah batu andesit tepatnya berada pada Lereng Gunung Kajar. Konon simbah Pamot adalah seorang yang sakti mandraguna karena inilah ia dipercaya menjaga pos dari Majapahit. Cerita berawal pada suatu ketika di daerah pamotan terjadi kekeringan yang berkepanjangan, banyak pohon – pohon yang layu bahkan mati karenanya. Terjadinya kekeringan tersebut membuat simbah Pamot turun tangan. Ia bertapa mencari petunjuk dari sang maha kuasa di tempat yang kini dinamakan sumberan. Ia mendapat wangsit bahwa ia harus mencabut sebuah pohon jati yang ada di daerah sumberan tersebut. Dengan kesaktiannya simbah pamot mencabut pohon jati seorang diri. Setelah tercabut pohon jati tersebut selanjutnya keluarlah sumber air dari dalam tanah. Kini daerah yang menjadi tempat pohon jati yang tercabut diberi nama Sumberan. Sedangkan dukuh lain tepatnya di sampig dukuh sumberan juga ada sebuah mata air diberi nama modal. Modal sendiri berasal dari kata mudal – mudal dalam bahasa jawa yang berarti air yang keluar terus menerus. Kini air yang keluar dari sumber air di Pamotan tersebut mengairi 3 kecamatan di Rembang sebelum bermuara ke laut.

Demikian pula masih ada beberapa peninggalan peningalan zaman belanda, ada beberapa kostin yang masih berdiri kokoh hingga saat ini tepatnya berada diwilayah Tajen. konon menurut cerita eyang kakung kostin itu adalah pembuangan asap pabrik gelas, dan sempat digunakan pula untuk pembuatan senjata waktu zaman perang.

Desa Pamotan ini tergolong lambat pertumbuhannya, sudah hampir 30 tahun belum begitu terlihat perkembangan desanya. dan akhir akhir ini 5 tahun sebelumnya dari tahun 2015 sudah begitu banyak  sedikit demi sedikit nampak setelah dipindahkan pasar ditengah desa ke sebelah utara depan Puskesmas Pamotan, terlihat mulai melebar pertumbuhannya. dan pembangunan SMA juga mempengaruhi perkembangan desa itu sendiri.

Harapan kami agar bisa berkembang lebih cepat menyusul Kota Lasem agar dapat memperbaiki semua lini jalan baik jalan utama maupun perkampungan. karena hal ini akan lebih mempercepat arus pertumbuhan perkonomian masyarakat desa Pamotan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar